Teknologi Kabel Bawah Laut

BAB I
PENDAHULUAN

Kabel komunikasi bawah laut adalah kabel yang diletakkan di bawah laut untuk menghubungkan telekomunikasi antar negara-negara.
Komunikasi kabel bawah laut pertama membawa data telegrafi. Generasi berikutnya membawa komunikasi telepon, dan kemudian data komunikasi. Seluruh kabel modern menggunakan teknologioptik fiber untuuk membawa data digital, yang kemudian juga untuk membawa data telepon, internet, dan juga data pribadi.

Operator telekomunikasi di Indonesia pada era 1990-an sudah menggunakan kabel laut untuk menghubungkan pulau-pulau di Nusantara. Penggunaan kabel laut serat optik memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan Digital Micro wave (Radio Terrestrial) yang memiliki keterbatasan pada bandwidth, sehingga trend kedepan penggunaan kabel serat optik akan semakin banyak baik di darat maupun di laut. Penggelaran kabel laut dilakukan oleh kapal kabel (Cableship) yang dirancang khusus untuk menggelar kabel laut, Cableship memiliki keistimewaan, karena tidak dapat menggelar pada lokasi air dangkal, sehingga untuk area air dangkal (Shore End) biasanya menggunakan Barge Cable, yang mampu sampai pada ke dalam air 1 meter.
Sejak 2003, kabel bawah laut telah menghubungkan seluruh benua dunia kecuali Antarktika.

BAB II
PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN telekomunikasi di Indonesia semakin maju sejak era tahun 1990-an. Untuk menghubungkan antardaerah di Nusantara hingga dalam cakupan internasional dikembangkanlah teknologi komunikasi yang diletakkan di bawah laut.

Awalnya teknologi komunikasi ini membawa data telegrafi. Lalu pada perkembangan generasi berikutnya dengan membawa komunikasi telepon, dan kemudian data komunikasi. Seluruh kabel modern ini menggunakan teknologi optik fiber untuk membawa data digital, yang kemudian digunakan untuk membawa data telepon, internet, dan juga data pribadi.

Salah satu provider Indonesia, Indosat bekerja sama dengan Televenture Global Network Sdn Bhd (TGN) menggunakan teknologi ini untuk memperluas cakupan jaringan. Sejak akhir November 2011, melalui sistem koneksi kabel laut Batam-Mersing Cable System (BMCS) Indosat berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dalam data communication dan internet (MIDI) juga jaringan multimedia dan interaktif.

“Indosat terus berkomitmen untuk mengembangkan dan memperluas cakupan layanannya dengan mengembangkan kerja sama strategis penggelaran kabel laut untuk layanan telekomunikasi, khususnya internet dan komunikasi data,” kata Fadzri Sentosa, Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat, dalam rilisnya, pekan lalu.
Secara sistem penggunaan dan pemasangan, kabel laut serat optik memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan Digital Micro Wave (Radio Terrestrial) yang memiliki keterbatasan pada bandwidth, sehingga tren ke depan penggunaan kabel serat optik akan semakin banyak baik di darat maupun di laut.

Penggelaran kabel laut dilakukan oleh kapal kabel (Cableship) yang dirancang khusus untuk menggelar kabel laut. Cableship memiliki keistimewaan, karena tidak dapat menggelar pada lokasi air dangkal, sehingga untuk area air dangkal (Shore End) biasanya menggunakan Barge Cable, yang mampu sampai pada kedalaman 1 meter.

“Perluasan cakupan jaringan telekomunikasi melalui kabel laut juga dapat memberi alternatif baru bagi pasar Indonesia serta membuka peluang menjaring pelanggan baru di Malaysia dan pasar internasional lain yang terhubung dengan Batam-Mersing Cable System ini,” ujar Fadzri.

Sistem komunikasi kabel laut yang dimiliki Indosat di segmen Jakarta-Batam-Singapura-Pontianak dengan Batam Mersing Cable System akan memperkuat posisi Indosat dalam memperluas cakupan dan keandalan layanan serta sekaligus menjadi alternatif akses internasional bagi pengguna layanan telekomunikasi Indosat di seluruh Indonesia.

Untuk saat ini, Australia, Singapura, Asia Pasifik, Jepang dan Amerika arah timur dan arah barat terhubung ke beberapa negara di Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa serta kawasan lainnya di seluruh dunia telah terhubung melalui kabel laut Indosat. Namun hampir semuaprovider telekomunikasi di Indonesia menggunakan teknologi kabel laut untuk dapat mengakses jaringan internasional, dan di era globalisasi ini kabel laut menjadi exist kembali. Tingkat kecepatan mengirimkan data luar biasalah yang menjadi keunggulan teknologi ini

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kabel komunikasi bawah laut adalah kabel yang diletakkan di bawah laut untuk menghubungkan telekomunikasi antar negara-negara.

Komunikasi kabel bawah laut pertama membawa data telegrafi. Generasi berikutnya membawa komunikasi telepon, dan kemudian data komunikasi. Seluruh kabel modern menggunakan teknologi optik fiber untuuk membawa data digital, yang kemudian juga untuk membawa data telepon, internet, dan juga data pribadi.

Operator telekomunikasi di Indonesia pada era 1990-an sudah menggunakan kabel laut untuk menghubungkan pulau-pulau di Nusantara. Penggunaan kabel laut serat optik memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan Digital Micro wave (Radio Terrestrial) yang memiliki keterbatasan pada bandwidth, sehingga trend kedepan penggunaan kabel serat optik akan semakin banyak baik di darat maupun di laut. Penggelaran kabel laut dilakukan oleh kapal kabel (Cableship) yang dirancang khusus untuk menggelar kabel laut, Cableship memiliki keistimewaan, karena tidak dapat menggelar pada lokasi air dangkal, sehingga untuk area air dangkal (Shore End) biasanya menggunakan Barge Cable, yang mampu sampai pada ke dalam air 1 meter.

3.2. Daftar Pustaka
Agnesia, Ratu, 2009. Segitiga Bermuda. [ terhubung berkala ]. http://www.jurnas.com/halaman/7/2011-12-19/192790 (19 Februari 2011).
Anonim. 2011. Kabel Laut [ terhubung berkala ]. http://www.bppt.go.id (19 Februari 2012).

Comments are closed.

Dokumentasi
Recent Comments